SEJARAH SINGKAT
🏫 Sejarah Singkat MAN 5 Bireuen
Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 5 Bireuen merupakan salah satu lembaga pendidikan Islam di bawah naungan Kementerian Agama Republik Indonesia yang berlokasi di Jl. Meunasah No. 10, Desa Keude Lapang, Kecamatan Gandapura, Kabupaten Bireuen, Provinsi Aceh.
Madrasah ini didirikan pada tahun 1985 sebagai bentuk kepedulian masyarakat dan tokoh pendidikan terhadap kebutuhan lembaga pendidikan Islam di wilayah Gandapura dan sekitarnya. Pada masa awal berdirinya, madrasah ini berstatus Madrasah Aliyah Swasta, yang kemudian berkembang pesat berkat dukungan masyarakat serta semangat para pendidik dan siswa.
Melihat perkembangan yang baik dan kontribusinya dalam dunia pendidikan, pemerintah melalui Kementerian Agama kemudian menegerikan madrasah ini dan menetapkannya sebagai Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 5 Bireuen.
Kepala madrasah pertama adalah Amiruddinsyah, S.Ag, yang berperan besar dalam membangun fondasi kelembagaan dan meningkatkan kualitas pendidikan di lingkungan madrasah.
Seiring berjalannya waktu, MAN 5 Bireuen terus mengalami kemajuan di berbagai bidang — baik akademik, keagamaan, maupun pengembangan karakter peserta didik. Madrasah ini berkomitmen mencetak generasi yang berilmu, beriman, dan berakhlak mulia, sesuai dengan visinya untuk menjadi lembaga pendidikan Islam yang unggul dan berdaya saing.
“Ilmu yang luas, Iman yang kuat, Akhlak yang mulia.”
Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 5 Bireuen merupakan salah satu lembaga pendidikan Islam di bawah naungan Kementerian Agama Republik Indonesia yang berlokasi di Jl. Meunasah No. 10, Desa Keude Lapang, Kecamatan Gandapura, Kabupaten Bireuen, Provinsi Aceh.
Madrasah ini didirikan pada tahun 1985 sebagai bentuk kepedulian masyarakat dan tokoh pendidikan terhadap kebutuhan lembaga pendidikan Islam di wilayah Gandapura dan sekitarnya. Pada masa awal berdirinya, madrasah ini berstatus Madrasah Aliyah Swasta, yang kemudian berkembang pesat berkat dukungan masyarakat serta semangat para pendidik dan siswa.
Melihat perkembangan yang baik dan kontribusinya dalam dunia pendidikan, pemerintah melalui Kementerian Agama kemudian menegerikan madrasah ini dan menetapkannya sebagai Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 5 Bireuen.
Kepala madrasah pertama adalah Amiruddinsyah, S.Ag, yang berperan besar dalam membangun fondasi kelembagaan dan meningkatkan kualitas pendidikan di lingkungan madrasah.
Seiring berjalannya waktu, MAN 5 Bireuen terus mengalami kemajuan di berbagai bidang — baik akademik, keagamaan, maupun pengembangan karakter peserta didik. Madrasah ini berkomitmen mencetak generasi yang berilmu, beriman, dan berakhlak mulia, sesuai dengan visinya untuk menjadi lembaga pendidikan Islam yang unggul dan berdaya saing.
“Ilmu yang luas, Iman yang kuat, Akhlak yang mulia.”